Tafhim Basmalah

Tafhim Bacaan “Basmalah”

Di dalam Al-Quran, kata ini terdapat sebanyak 114 kali di setiap awalan surat. Hanya ada satu surat yang tidak diawali kalimat bismillah yaitu Surat At-Taubah. Hal ini karena Surat At-Taubah merupakan surat yang diawali dengan seruan perang, sedangkan kalimat bismillah mengandung makna kasih sayang sehingga tidak mungkin sebuah peperangan dilandasi dengan rasa kasih sayang. Ada satu kata bismillah yang terdapat pada surat An-Naml ayat 30, sehingga jumlahnya dalam Al-Quran genap menjadi 114 seperti jumlah seluruh surat di dalamnya.
Begitu besarnya mana dari kata ini, Sehingga Rasulullah SAW Bersabda :

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله فهو أبتر

“Segala urusan penting yang tidak diawali bismillah, maka akan berkurang (atau bahkan hilang) keberkahannya”. (HR. Ibnu Hibban)
Diriwayatkan pula, bila seseorang yang tidak membaca bismillah pada saat makan, maka setan akan menghalalkan makanan tersebut.

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَيَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ الَّذِى لَمْ يُذْكَرِ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ

Artinya: Sesungguhnya setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya (HR. Abu Daud no 3766).

Diriwayatkan, Ketika turunnya perkataan Basmalah, diriwayatkan oleh Jabir ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa ketika diturunkan kalimat berikut: “Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, maka seluruh awan lari ke arah timur, angin hening tak bertiup, sedangkan lautan menggelora, semua binatang mendengar melalui telinga mereka, dan semua setan dirajam dari langit“.
Pada saat kejadian itu Allah SWT bersumpah dengan menyebut keagungan dan kemuliaan-Nya bahwa tidak sekali-kali asma-Nya diucapkan terhadap sesuatu melainkan Dia pasti memberkahinya.

Diriwayatkan pula Dari Abu Buraidah, dari ayahnya, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, Telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang belum pernah diturunkan kepada seorang nabi pun selain Sulaiman ibnu Daud dan aku sendiri, yaitu bismillahir rahmanir rahim (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang).”

Sebagai warga mukmin, saat memulai perbuatan seharusnya melafalkan bismillah. Kalimat ini merupakan doa yang diharapkan akan mendatangkan keberkahan dan keridhaan Allah dalam setiap aktivitas. Bismillah adalah versi pendek dari kalimat (Bismillahirrahmannirrahiim) yang berarti “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Dengan melafalkan kalimat ini, agar bisa lebih khusyuk dalam menjalankan perbuatan. Yakin bahwa perbuatan hamba adalah yang menggerakkan Alloh dan diniatkan hanya untuk Alloh saja, tidak ada yang lain.

Pengertian Basmalah.
Secara etimologi dalam bahasa Arab, basmalah terdiri dari huruf (ب), kata (اسم) dan kata (الله) kemudian ditambah lagi dengan kata Ar Rahmaan (الرحمن) dan Ar Rahiim (الرحيم).
Huruf ba (ب) dibaca “bi” disebut dengan huruf jar. Namun karena di awal kalimat, akan mempunyai makna yang berbeda dengan huruf jar tersebut, walaupun tetap diartikan ’dengan’.

Kemudian kata ismun (اسم) yang berasal dari kata (سمى) yang artinya ’nama’. Selanjutnya kata Allah (الله) terbentuk dari gabungan dua kata utama, yaitu : Al (ال): Kata sandang yang disebut lam takrif, yang berarti menunjukkan sesuatu yang sudah pasti. Dan kata Ilah (إله): Kata benda yang berarti “Tuhan”, “sesembahan”, atau “sesuatu yang disembah”.

Proses Pembentukan: Al + Ilah = Al-Ilah (الإله)
Melalui proses i’lal (penyederhanaan pengucapan), hamzah pada kata ilah dibuang, dan huruf lam pertama dimasukkan ke lam kedua (idgham), sehingga menjadi kata Allah (الله) yang berarti “Tuhan Yang Maha Esa” atau “Sembahan yang sebenarnya”. Kata Allah (الله) disebut juga dengan ”Lafdhul Jalalah”.

Dalam penggunaannya, Lafadz ini unik, dalam berbagai sebutan, tetap bermakna yang sama meskipun huruf-hurufnya dikurangi satu per satu (misal: Lilah, Lahu).

Menurut Al-Kisa’i dan Al-Farra’ rahimahumallah, kata “اللّٰه” asalnya dari الإِلٰه lalu hamzah dihilangkan, lalu huruf lam yang satu diidghamkan ke lam yang lainnya, sehingga menjadi satu lam saja, namun ber-tasydid dan dibaca tebal.
Kata Ar Rahmaan (الرحمن) dan Ar Rahiim (الرحيم) merupakan dua kata yang termasuk asma al husna. Kata Ar Rahmaan (الرحمن) artinya maha pemberi rahmat, maha pemurah, dan kata Ar Rahiim (الرحيم) artinya maha pengasih.

Sifat rahman Allah diberikan kepada semua makhluk dan sifat ar rahim Allah hanya diberikan kepada hambaNya yang patuh dan tunduk.

Telah disebutkan di atas, kata ‘bi’ di awal kalimat bisa bermakna yang lain, maka kata ”bi” dikaitkan dengan Asma Allah, mengandung makna ‘kekuasaan dan pertolongan’. Dengan demikian, hamba yang melafalkan bismillah meyakini bahwa :
(1) segala yang akan diperbuat adalah atas dasar kekuasaan dan pertolongan Allah semata, bukan karena kekuasaan dan pertolongan selain Dia.
(2) Allah adalah sebab utama segala tindakan. Karena bismillah erat kaitannya dengan kalimat tauhid ‘la ilaha illa Allah’. Seorang hamba yang melafalkannya sebagai bentuk ungkapan pengagungan kepada Allah sebagai penguasa alam semesta.
(3) Allah adalah Maha yang memberikan curahan Rahmat-Nya di dunia dan di akhirat. Karena dalam kalimat basmalah ini, mengandung kata yang merupakan sifat Allah yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Dengan ungkapan lain disebutkan bahwa segala natijah dan buah yang kita ucapkan itu, bukanlah sekali-kali “karena perbuatan ‘amal manusia, yang terlampau amat sedikit dan picik itu”, melainkan segala sesuatu tersebut terjadi dan menjadi “hanya karena Kurnia Allah semata-mata”.

Penjelasan Dalam Al Qur’an
1. Dalam surah Al-Hasyr ayat 23,

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ

“Dialah Allah tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.”

2. Dalam surah Al-Baqarah · Ayat 163

وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُࣖ

Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

3. Al A’raf ayat 127

وَقَالَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اَتَذَرُ مُوْسٰى وَقَوْمَهٗ لِيُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ وَيَذَرَكَ وَاٰلِهَتَكَۗ

“Dan para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, ‘Apakah Engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan sesembahan-sesembahanmu?’”

4. Dalam Surah Thaha ayat 14

اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.” (QS. Thaha: 14)

5. Dalam Surah Al Anbiya ayat 25

وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum Engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya’ : 25)

Dari beberapa ayat di atas, dengan membaca Basmalah memiliki keutamaan besar, yaitu setiap melakukan setiap aktivitas, semua akan berprinsip dengan ketentuan Allah, akan memberikan keberkahan, kasih sayang Allah, dijauhkan dari campur tangan dan godaan setan, serta melindungi diri dari gangguan jin.

Berikut adalah beberapa hadits tentang keutamaan Bismillah beserta konteksnya:
1. Jika dalam melakukan amalan tanpa didahului dengan bacaan Basmalah, akan menghilangkan Keberkahan jika Ditinggalkan
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap perkara penting yang tidak dimulai dengan bismillahirrahmanirrahim, maka amalan tersebut terputus berkahnya”.
2. Mengusir dan Mengecilkan Setan
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Apabila seorang hamba membaca kalimat bismillah, niscaya setan hancur sebagaimana hancurnya timah di atas api”.
3. Perlindungan Saat Makan dan minum dan saat memasuki rumah
Membaca bismillah sebelum makan mencegah setan ikut makan. Nabi SAW juga bersabda bahwa membaca bismillah saat masuk rumah mencegah setan menginap.
4. Penghalang dari gangguan Jin saat di kamar mandi
Rasulullah SAW bersabda, “Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah”.
5. Menyelamatkan dari malaikat Zabaniyah

Disebutkan dalam riwayat Ibnu Mas’ud, barangsiapa membaca Bismillah al-Rahman al-Rahim (yang terdiri dari 19 huruf), maka Allah akan menyelamatkannya dari 19 malaikat Zabaniyah (penjaga neraka).
Semoga Allah SWT selalu mengingatkan kita dan kita selalu ingat Allah dalam setiap langkah, Allahu a’lam bishawab.