Sebelum Terlambat: Jadikan Gadgetmu untuk Mengingat Allah
Kita hidup di zaman yang tidak pernah sepi dari layar.
Di tangan kita ada sebuah benda kecil bernama gadget. Ia selalu bersama kita: ketika bangun tidur, saat makan, dalam perjalanan, bahkan sebelum tidur kembali. Tanpa sadar, gadget telah menjadi teman yang paling sering kita lihat setiap hari.
Pertanyaannya sederhana namun dalam:
Apakah gadget kita mendekatkan kita kepada Allah, atau justru menjauhkan kita dari-Nya?
Banyak dari kita membuka ponsel puluhan bahkan ratusan kali sehari. Notifikasi datang silih berganti—pesan, berita, video, hiburan, dan berbagai hal lain yang terus menarik perhatian. Waktu berlalu tanpa terasa. Lima menit berubah menjadi setengah jam, setengah jam berubah menjadi berjam-jam.
Padahal waktu adalah amanah yang sangat berharga.
Allah mengingatkan manusia dalam Al-Qur’an:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS. Al-‘Asr: 1–2)
Kerugian itu sering tidak terasa. Ia datang perlahan, melalui waktu-waktu kecil yang kita sia-siakan. Salah satu penyebabnya di zaman modern adalah penggunaan gadget yang tidak terarah.
Namun sebenarnya gadget bukanlah musuh. Ia hanyalah alat. Seperti pisau yang bisa digunakan untuk memasak atau melukai, gadget pun bisa membawa manfaat atau kerugian tergantung bagaimana kita menggunakannya.
Bayangkan jika setiap kali membuka ponsel, kita justru semakin dekat kepada Allah.
- Kita membaca ayat Al-Qur’an dari aplikasi mushaf digital.
- Kita mendengarkan kajian yang menambah ilmu.
- Kita membaca nasihat yang menenangkan hati.
- Kita mengingat dzikir pagi dan petang melalui pengingat di layar.
Allah berfirman:
فَاذْكُرُوْنِيْٓ اَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ ١٥٢ ( البقرة/2: 152)
“Maka, ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Ayat ini mengandung janji yang luar biasa. Ketika seorang hamba mengingat Allah, Allah pun mengingatnya. Tidak ada kehormatan yang lebih besar bagi seorang manusia selain diingat oleh Rabb-nya.
Karena itu, sebelum terlambat, kita perlu mulai menata kembali hubungan kita dengan gadget.
Gunakan ponsel untuk membuka mushaf digital ketika menunggu sesuatu.
Gunakan earphone untuk mendengar kajian daripada sekadar hiburan kosong.
Gunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, bukan memperbanyak kelalaian.
Perubahan kecil seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar jika dilakukan terus-menerus.
Bayangkan jika setiap hari kita meluangkan sepuluh menit untuk membaca Al-Qur’an melalui ponsel. Dalam setahun, waktu itu akan menjadi berjam-jam tilawah. Bayangkan jika setiap perjalanan kita isi dengan mendengar nasihat atau kajian. Sedikit demi sedikit, hati akan terisi dengan ilmu dan ketenangan.
Yang perlu kita ingat adalah satu hal: waktu tidak pernah kembali.
Suatu hari nanti, kita akan melihat kembali bagaimana kita menggunakan umur yang Allah berikan. Saat itu, setiap menit akan terasa sangat berharga.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa dihabiskan.”
(HR. Tirmidzi)
Termasuk di dalamnya adalah waktu yang kita habiskan di depan layar.
Karena itu, sebelum waktu berlalu lebih jauh, sebelum kesempatan berkurang, sebelum usia semakin pendek, mari kita mulai mengubah kebiasaan kecil hari ini.
Jadikan gadget bukan sekadar alat hiburan, tetapi sarana untuk mengingat Allah.
Sebab mungkin dari layar kecil yang kita pegang setiap hari itulah, Allah membuka pintu hidayah, ilmu, and kebaikan yang menyelamatkan kita di akhirat.
Sebelum terlambat, mari kita ubah cara kita menggunakan gadget.
Bukan hanya untuk dunia, tetapi juga untuk perjalanan menuju akhirat.
